Media Player


Saturday, December 5, 2009

Korban Tewas Kebakaran di Medan 20 Orang


Liputan 6 - Sabtu, 5 Desember

Liputan6.com, Medan: Korban tewas akibat kebakaran di pusat hiburan M City, Medan, Sumatra Utara, bertambah menjadi 20 orang. Selain korban tewas, empat lainnya kini dalam keadaan kritis dan tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pirngadi Medan.
Dari 20 korban tewas, sebanyak 17 di antaranya sudah berhasil diidentifikasi. Empat korban diketahui adalah ajudan Gubernur Sumut, yakni Fauziansyah Lubis, lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Rizal dan Agus, anggota TNI dan Brimob Kepolisian Daerah Sumut.
Proses evakuasi jenazah di lokasi kejadian hingga Sabtu (5/12) dini hari masih berlangsung. Satu persatu tubuh yang sudah kaku dikeluarkan dari Gedung M City yang sudah terbakar. Mereka semua ditemukan tidak bernyawa di dalam ruangan karaoke di lantai 3. Diduga korban tak bisa menyelamatkan diri setelah terkepung api dan asap yang mengepul di dalam ruangan. Isak tangis dan ratapan ratusan keluarga serta kerabat korban pecah saat melihat tubuh-tubuh tak bernyawa ini.

Kapolda Sumut Inspektur Jenderal Polisi Badrodin Haiti yang datang ke lokasi kejadian menuturkan, hingga kini pihaknya masih terus menyelidiki penyebab kebakaran. Diduga kebakaran terjadi akibat arus pendek listrik. Polisi sudah mengamnakan tujuh orang saksi untuk dimintai keterangan.
Badrodin juga menyatakan, polisi juga kini masih menyelidiki sistem pengamanan di pusat hiburan M City yang diduga kuat tidak memenuhi standar, seperti alarm tanda bahaya dan pintu darurat yang tidak tersedia.

Masjid Raya Senilai Rp94 Miliar Selesai Dibangun


masjid Raya Senilai Rp94 Miliar Selesai Dibangun

Serang (ANTARA) - Masjid Raya Provinsi Banten yang berlokasi di Kawasan Pusat Pemrintahan Provinsi Banten (KP3B) di Kota Serang senilai Rp94 miliar sudah selesai dibangun.
Kepala Dinas Pengembangan Sumber Daya Air dan Permukiman (PSDA-P) Provinsi Banten Winarjono di Serang, Jumat mengatakan, mesjid raya Provinsi Banten yang kontruksinya dibangun sejak Januari 2008 itu kini sudah hampir selesai.
Saat ini masjid tersebut masih dalam tahap pemeliharaan selama enam bulan oleh Dinas PSDA-P dan rencananya akhir 2010 akan diserahkan pengelolaanya kepada Biro Kesra Provinsi Banten.
"Selama enam bulan berikutnya ada tahap penyelesaian akhir (final hand over) untuk penyempurnaan dan kelengkapan lainnya," kata Winarjono.

Ia mengatakan, Masjid Raya KP3B yang dibangun di atas lahan seluas 2,8 hektare (ha) tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp94 miliar sudah termasuk biaya operasional pelaksanaan MTQ Nasional XXII di lokasi tersebut.
Luas bangunannya mencapai 13.000 m2 terdiri dari lantai basement dan lantai dasar yang masing-masing luasnya 5.500 m2 dan 1.500 m2.
Sementara di luar masjid yang berdiri di tengah-tengah kawasan pusat pemerintahan Provinsi Banten itu dibangun 4 buah menara dengan ketinggian masing-masing mencapai 46 meter.
Winarjono memperkirakan biaya operasional untuk masjid tersebut mencapai Rp800 juta setiap tahun yakni untuk biaya listrik, penjaga keamanan, pengurus taman, pesuruh dan biaya operasional lainnya.
Sementara itu Kepala Biro Kesra Provinsi Banten Zaenal Arifin mengatakan, pihanya belum mengantongi nama untuk mesjid raya Provinsi Banten tersebut.
Namun demikian, jika mesjid itu telah diserahkan dari Dinas PSDA-P, pihaknya akan mengadakan seleksi atau fit and profer test oleh MUI Banten, untuk memilih pengurus DKM masjid tersebut.